Lakkhana Sutta   Leave a comment

Lakkhana Sutta

Lakkhana Sutta volume 1

Lakkhana Sutta
Demikian yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava berada di Jetavana, Anathapindika arama, dekat kota Savatthi. Di sana Sang Bhagava berkata kepada para bhikkhu: “Para bhikkhu.” “Ya, Bhante,” jawab para bhikkhu. Selanjutnya Sang Bhagava berkata: “Para bhikkhu, seorang Manusia Agung (Maha Purisa) memiliki 32 tanda (lakkhana). Bagi Maha Purisa yang memiliki 32 lakkhana ini hanya ada dua kemungkinan cara hidupnya dan tidak ada yang lain. Jika ia hidup sebagai manusia biasa, maka ia akan menjadi raja dunia (cakkavati), raja berdasarkan raja-dhamma, penguasa empat penjuru dunia, penakluk, pelindung rakyat, pemilik tujuh ratna. Tujuh ratna itu adalah: cakka, gajah, kuda, permata, wanita, kepala rumah tangga dan panglima perang. Memiliki banyak anak yang gagah perkasa dan penakluk musuh. Namun ia akan menaklukkan muka bumi bukan dengan pedang tetapi dengan kebenaran. Bilamana ia meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi tanpa berumah tangga (pabbajja), maka ia akan menjadi Arahat Samma Sambuddha.
Para bhikkhu, apakah 32 Maha Purisa Lakkhana yang menyebabkan hanya ada dua kemungkinan cara hidupnya dan tidak ada yang lain, jika ia hidup sebagai manusia biasa, maka ia akan menjadi raja dunia (cakkavati), … maka ia akan menjadi Arahat Samma Sambuddha; yaitu:
1. Telapak kaki rata (suppatitthita-pado). Ini merupakan satu lakkhana dari Maha Purissa.
2. pada telapak kakinya terdapat cakra dengan seribu ruji, lingkaran dan pusat dalam bentuk sempurna.
3. Tumit yang bagus (ayatapanhi).
4. Jari-jari panjang (digha-anguli)
5. Tangan dan kaki yang lembut serta halus (mudutaluna).
6. Tangan dan kaki bagaikan jala (jala-hattha-pado).
7. Pergelangan kaki yang agak tinggi (ussankha-pado).
8. Kaki yang bagaikan kaki kijang (enijanghi)
9. Kedua tangan dapat menyentuh atau menggosok kedua lutut tanpa membungkukkan badan.
10. Kemaluan terbungkus selaput (kosohitavattha-guyho).
11. Kulitnya bagaikan perunggu berwarna emas (suvannavanno)
12. Kulitnya sangat lembut dan halus / sehingga tidak ada debu yang dapat melekat pada kulit
13. Pada setiap pori kulit ditumbuhi sehelai bulu roma.
14. Rambut yang tumbuh pada pori-pori berwarna biru-hitam.
15. Potongan tubuh yang agung (brahmuiu-gatta).
16. Tujuh tonjolan (sattussado), yaitu pada kedua tangan, kedua kaki, kedua bahu dan badan.
17. Dada bagaikan dada singa (sihapubbaddha kayo).
18. Pada kedua bahunya tak ada lekukan (citantaramso).
19. Tinggi badan sama dengan panjang rentangan kedua tangan, bagaikan pohon (beringin), Nigroda.
20. Dada yang sama lebarnya (samavattakkhandho).
21. Indera perasa sangat peka (rasaggasaggi).
22. Rahang bagaikan rahang singa (siha-banu).
23. Empat puluh buah gigi (cattarisa-danto).
24. Gigi-geligi rata (sama-danto).
25. Antara gigi-gigi tak ada celah (avivara-danto).
26. Gigi putih bersih (susukka-datho).
27. Lidah panjang (pahuta-jivha).
28. Suara bagaikan suara-brahma, seperti suara burung Karavika.
29. Mata biru (abhinila netto).
30. Bulu mata lentik, bagaikan bulu mata sapi (gopakhumo).
31. Di antara alis-alis mata tumbuh sehelai rambut halus, putih bagaikan kapas yang lembut.
32. Kepala bagaikan berserban (unhisasiso).
Para bhikkhu, inilah 32 Maha Purisa lakkhana, yang hanya ada dua kemungkinan cara hidupnya dan tidak ada yang lain, jika ia hidup sebagai manusia biasa ia akan menjadi raja dunia (cakkavati), … maka ia akan menjadi Arahat Samma Sambuddha. Maha Purisa lakkhana ini diketahui oleh para pertapa, tetapi mereka tidak tahu karena apa yang menghasilkan Maha Purisa lakkhana itu.
1. Telapak Kaki Rata (Suppatitthita-pado)
Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir sebagai manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan besar dengan maksud yang baik; tak tergoncangkan melakukan perbuatan baik melalui jasmani, ucapan dan pikiran, dermawan, disiplin diri, melaksanakan hari uposatha; menghormati orang tua, para pertapa, pendeta dan para pemimpin, serta melakukan perbuatan-perbuatan yang sangat terpuji lainnya. Karena melakukan perbuatan-perbuatan baik seperti itu, menimbun dan mengumpul kamma-kamma baik, setelah ia meninggal dunia, ia terlahir kembali di alam bahagia, di alam surga, hidup melebihi dewa lain dalam sepuluh hal, yaitu: lamanya kehidupan surga, keindahan, kebahagiaan, kemegahan, pengaruh, penglihatan, pendengaran, pembauan, pengecapnya dan sentuhan (kontak). Setelah meninggal di alam surga, ia terlahir kembali di alam ini sebagai manusia dengan memiliki maha purissa lakkhana: (1) Telapak kaki rata (Suppatitthita-pado), sehingga ia menempatkan telapak kakinya rata di tanah, mengangkatnya sama rata, dan menyentuh tanah sama rata dengan semua telapak kakinya.
Dengan memiliki ini, jika ia hidup berumah-tangga ia akan menjadi raja cakkavati … penakluk bukan dengan tombak atau pedang melainkan dengan kebenaran (dhamma), ia menguasai dunia ini sampai ke batas lautan, kerajaan yang bebas dari penjahat, kuat, sejahtera, bahagia dan bebas dari bencana. Apa manfaat yang didapatnya sebagai raja? Ia tidak akan terganggu oleh kemauan jahat manusia. Bilamana ia meninggalkan kehidupan dunia (sebagai pertapa), ia akan menjadi Samma Sambuddha … Apa manfaat yang didapatnya sebagai Samma Sambuddha? Ia tidak dapat diganggu oleh: musuh atau gangguan dari dalam maupun luar, keserakahan, kebencian dan kebodohan, pertapa, brahmana, dewa, mara, brahma atau makhluk apa pun di dunia ini. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
Mengenai hal ini disebutkan:
“Kejujuran, kebenaran, jinak dan sepi,
Murni dan bermoral (sila, melaksanakan uposatha sila)
Berdana, tak melukai, selalu damai
Ia melaksanakan tugas maha besar ini
Pada akhir hidupnya ia ke surga
Hidup dengan gembira dan bahagia
Terlahir kembali di bumi
Dengan telapak kaki rata menyentuh tanah
Para ahli menyatakan:
“Bagi dia yang menapak rata di tanah,
Tak ada gangguan yang dapat menghalangi jalannya,
Jikalau ia hidup berumah-tangga,
Atau jikalau ia meninggalkan kehidupan duniawi.
Inilah tanda yang jelas menunjukkannya
Sebagai orang biasa, tidak ada halangan,
Tidak ada lawan yang dapat melawannya.
Tidak ada kekuatan manusia yang dapat
Menghilangkan buah kammanya.
Atau jikalau ia memilih kehidupan tanpa berumah-tangga
Meninggalkan kehidupan duniawi, dengan pandangan jelas — ia akan menjadi pemimpin manusia
Tanpa bandingan, tak akan terlahir kembali:
Inilah hukum (dhammata) baginya.”
2) Telapak kaki terdapat cakra dengan seribu ruji, lingkaran dan pusat dalam bentuk yang sempurna.
Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir sebagai manusia yang telah hidup demi kebahagiaan, menghilangkan rasa takut dan teror, memberikan perlindungan dan naungan yang benar serta menyediakan kebutuhan orang banyak. karena melakukan perbuatan-perbuatan baik seperti itu, ketika ia meninggal, ia terlahir kembali di alam surga … terlahir kembali di alam ini sebagai manusia dengan memiliki maha purisa lakkhana: (2) Telapak kakinya terdapat cakra dengan seribu ruji, lingkaran dan pusat dalam bentuk yang sempurna.
Dengan memiliki maha purisa lakkhana ini, bila ia hidup berumah-tangga …. Apa manfaat yang didapatnya sebagai raja? Ia memiliki banyak pengikut: brahmana, penduduk, rakyat, bendahara, pengawal, penjaga, menteri, raja-raja lain, tuan tanah dan pelayan. Bila ia …. menjadi Samma Sambuddha …. Ia memiliki pengikut yang banyak: bhikkhu, bhikkhuni, upasaka, upasika, manusia, dewa, asura, naga dan gandhabba. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
Mengenai hal ini disebutkan:
Dalam perjalanan waktu, dalam kehidupan-kehidupan yang lampau,
Sebagai manusia melakukan banyak perbuatan baik,
Menghilangkan ketakutan dan kecemasan,
Ia melaksanakan pekerjaan besar ini,
Pada akhir hidupnya, ia ke surga,
Hidup gembira dan bahagia
Terlahir kembali di bumi, telapak kakinya
Memiliki tanda lingkaran-lingkaran
Masing-masing dengan seribu ruji, sempurna
Melihat banyak tanda pahala ini,
Para ahli menyatakan:
“Pengikutnya akan besar,
Semua lawan ditaklukkannya.
Ini jelas ditunjukkan oleh tanda lingkaran.
Jika ia meninggalkan kehidupan duniawi,
Ia akan memutar Roda dan menguasai dunia.
Para kesatria akan menjadi pengikutnya.
Semua pembantu dalam kekuasaannya.
Tetapi, jikalau ia memilih hidup tanpa berumah tangga:
Meninggalkan kehidupan dunia dengan pandangan jelas —
Para manusia, dewa, asura, sakka, raksasa
Gandhabba, naga, garuda dan
Binatang berkaki empat akan melayaninya pula,
Tak tertandingi oleh para dewa dan manusia
Demikian pula tentang keagungannya.”
3) Tumit yang bagus.
4) Jari-jari panjang.
15) Potongan tubuh yang agung.
Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir sebagai manusia, menolak melakukan pembunuhan dan pantang melakukannya, meletakkan pemukul dan pedang, hidup dengan baik hati dan kasih sayang, rasa persahabatan dan simpati kepada semua makhluk. Karena telah melakukan perbuatan-perbuatan baik seperti itu, ketika ia meninggal dunia … di alam surga … terlahir kembali di alam ini sebagai manusia dengan memiliki maha purisa lakkhana: (3) Tumit yang bagus. (4) Jari-jari kaki dan tangan yang panjang. (15) Potongan tubuh yang agung.
Dengan memiliki maha purissa lakkhana seperti itu, bila ia hidup berumah-tangga …. Apa manfaat yang didapatnya sebagai raja? Ia berusia panjang, selama hidupnya tidak ada orang lain yang dapat membunuhnya … sebagai Samma Sambuddha … ia berusia panjang, dan tidak ada lawan pertapa, brahmana, dewa, mara, brahma atau seorang pun yang dapat membunuhnya. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
Mengenai hal ini disebutkan:
Mengetahui dengan baik tentang ketakutan akan kematian
Ia menolak membunuh makhluk
Kebaikan ini menyebabkan kelahiran di surga,
Tempat ia bergembira karena pahala.
kemudian ia terlahir kembali di bumi
Pada tubuhnya terdapat tiga tanda:
Tumitnya penuh dan panjang
Tubuhnya tegap bagaikan Brahma
Menarik dilihat, potongan tubuh sempurna
Jari-jari halus, lembut dan panjang.
Dengan tiga tanda yang terbaik ini
Diketahui bahwa anak akan berumur panjang.
Panjang kehidupannya bila berumah-tangga
Lebih panjang kehidupannya bila tak berumah-tangga
Dengan mengembangkan iddhi (iddhi bhavana)
Demikianlah makna dari tiga tanda.”
16) Tujuh tonjolan, yaitu: pada kedua tangan, kedua kaki, kedua bahu dan pada badan.
Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir sebagai manusia pemberi makanan yang baik, enak, nikmat, keras dan lunak, serta minuman. Karena telah berbuat demikian, ketika ia meninggal dunia di surga … terlahir kembali sebagai manusia di alam ini dengan memiliki maha purisa lakkhana: (16) Tujuh tonjolan, yaitu: Pada kedua tangan, kedua kaki, kedua bahu dan pada badan.
Dengan memiliki maha purisa lakkhana seperti itu, bila ia hidup berumah-tangga … Apa manfaat yang didapatnya sebagai raja? Ia menerima makanan dan minuman yang baik … sebagai Samma Sambuddha, beliau menerima yang sama. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
Mengenai hal ini disebutkan:
‘Ia pemberi makanan yang enak
Serta minuman terbaik
Kebaikan ini menyebabkan kelahiran bahagia,
Juga lama ia hidup di Nandana (surga).
Terlahir kembali di bumi, ia memiliki
Tujuh tonjolan.
Para ahli menyatakan:
“Ia akan menikmati makanan dan minuman terbaik:
Bukan hanya dalam kehidupan berumah-tangga —
Karena walaupun ia meninggalkan kehidupan duniawi
Dan memotong kehidupan nafsu indera,
Makanan baik akan ia terima!”
5) Tangan dan kaki yang halus dan lembut (manu-taluna-hattha-pado).
6) Tangan dan kaki bagaikan jala (jala-hattha-pado).
Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir sebagai manusia dan dicintai karena empat dasar simpati: dermawan, bicara yang menyenangkan, melakukan perbuatan berguna dan adil.. karena telah melakukan perbuatan baik seperti itu, ketika ia meninggal dunia … di alam surga … terlahir kembali di alam ini sebagai manusia dengan memiliki maha purisa lakkhana: (5) Tangan dan kakinya halus dan lembut. (6) Tangan dan kakinya bagaikan jala.
Dengan memiliki maha purissa lakkhana seperti itu, bila ia hidup berumah-tangga …. Apa manfaat yang didapatnya sebagai raja? Semua pengikutnya: brahmana, penduduk, rakyat … dan pelayan teratur dengan baik … sebagai Samma Sambuddha, semua pengikutnya: bhikkhu, bhikkhuni … dan gandhabba teratur dengan baik. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
Mengenai hal ini disebutkan:
Berdasarkan pada berdana, melakukan pertolongan,
Kata-kata yang menyenangkan, pikiran yang adil,
Bermanfaat untuk semua,
Ketika ia meninggal terlahir kembali di surga.
Bila ia terlahir kembali di bumi
Tangan dan kakinya halus lembut,
Jari kaki dan tangan bagaikan jala
Begitulah yang dimiliki bayi.
Sangat menyenangkan melihatnya:
Ia akan menjadi pemimpin manusia,
Dikelilingi oleh orang yang yakin.
Ucapan yang menyenangkan, melakukan perbuatan baik,
Perbuatan bermoral dan bijaksana.
Tetapi, jika ia menolak pemuasan nafsu indera,
Sebagai penakluk, ia akan mengajarkan Jalan,
Karena gembira pada kata-katanya
Semua yang mendengarnya akan mengikutinya
Dalam jalan dhamma yang besar mau pun yang kecil!”

Lakkhana Sutta volume 2

Lakkhana Sutta
7) Tumit bulat seperti kerang (ussankha-pado).
14) Rambut pori-pori berwarna biru-hitam tumbuh keriting ke atas.
Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir sebagai manusia yang menjadi guru penerang dhamma dan kesejahteraan untuk banyak orang serta membahagiakan banyak orang, serta pembabar dhamma. Karena telah melakukan perbuatan baik seperti itu, ketika ia meninggal dunia … di alam surga … terlahir kembali di alam ini sebagai manusia dengan memiliki maha purisa lakkhana: (7) Tumit bulat seperti kerang, (14) Rambut pori-pori berwarna biru-hitam tumbuh keriting ke atas.
Dengan memiliki maha purisa lakkhana seperti itu, bila ia hidup berumah-tangga … Apa manfaat yang didapatnya sebagai raja? Ia menjadi kepala, yang tertinggi, terkemuka, terutama dari semua orang (duniawi) … sebagai Samma Sambuddha, ia menjadi kepala, yang tertinggi, terkemuka terutama dari semua makhluk. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
Mengenai hal ini disebutkan:
Suatu waktu ia mengatakan semua yang baik
Dengan nyaring kepada semua manusia
Membawa berkah kepada semua makhluk,
Pemberi dhamma yang terbuka.
Karena tindakan dan perbuatan seperti itu,
Ia terlahir kembali di surga.
Terlahir kembali di bumi, ia memiliki dua tanda,
Tanda-tanda dari kebahagiaan tertinggi:
Bulu tubuh tumbuh ke atas,
Pergelangan kaki tinggi di atas kaki
Dibentuk di bawah kulit dan daging,
Berbentuk bagus dan indah di atas.
“Jikalau ia hidup berumah-tangga
Ia akan menjadi kaya raya dan
Tak ada orang lain yang lebih daripadanya:
Karena ia akan menguasai Jambudipa
Jikalau ia kuat sekali,
Ia meninggalkan kehidupan duniawi
Ia akan menjadi pemimpin semua makhluk hidup dan
Tak ada orang yang melebihinya
Ia menjadi pemimpin dunia.”
8) Kaki bagaikan kaki kijang (enijanghi).
Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir sebagai manusia yang mempunyai: keahlian, tahu cara dan pelaksanaan ilmu pengetahuan, dengan berpikir: “Apa yang dapat saya pelajari dan kuasai dengan cepat serta dapat saya praktekkan dengan cepat, tanpa keletihan?” … Karena telah melakukan hal seperti itu, ketika ia meninggal dunia … di alam surga … terlahir kembali di alam ini sebagai manusia dengan memiliki maha purissa lakkhana: (8) Kakinya bagaikan kaki kijang.
Dengan memiliki maha purissa lakkhana seperti itu, bila ia hidup berumah-tangga … Apa manfaat yang didapatnya sebagai raja? Ia cepat memiliki potensi-potensinya sebagai raja, yang sesuai dan menyenangkannya … sebagai Samma Sambuddha, ia akan memiliki hal-hal yang sama. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
Mengenai hal ini disebutkan:
Sastra dan ilmu pengetahuan, cara-cara dan
Pelaksanaannya, “Dengan senang hati
Saya pelajari,” katanya.
Keahlian yang tidak mengganggu makhluk hidup
Dipelajari dengan cepat dan tanpa susah payah.
Berdasarkan pada perbuatan, keahlian dan kemanisan,
Maka ia memiliki keagungan dan organ tubuh yang baik
Rambutnya berputar ke atas
Dari kulit yang lembut bulu tubuh lurus
Orang seperti dia berkaki bagaikan kaki kijang:
Dikatakan: Kekayaan akan segera menjadi miliknya.
“Setiap bulu membawa keberuntungan,
Jikalau ia hidup berumah-tangga.
Tetapi, jikalau ia memilih meninggalkan keduniawian,
Hidup tak berumah-tangga,
Dengan mata-jernih, semua hal cepat ia temukan
Sesuai dengan cara hidup yang lembut.”
12) Kulit sangat licin sehingga debu tak melekat di tubuh.
Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir sebagai manusia yang sering mendatangi para pertapa dan brahmana untuk bertanya: “Apakah yang baik dan buruk? Apa yang salah dan benar? Apa perbuatan yang patut diikuti dan yang tak patut diikuti? Bilamana saya melakukan sesuatu, apakah akibatnya penderitaan dan kesedihan atau pahalanya menyenangkan dan membahagiakan? … Karena telah melakukan hal itu, ketika ia meninggal dunia … di alam surga … terlahir kembali di alam ini sebagai manusia dengan memiliki maha purisa lakkhana: (12) Kulit sangat halus dan lembut sehingga debu tak melekat ditubuhnya.
Dengan memiliki maha purisa lakkhana seperti itu, bila ia hidup berumah-tangga … Apa manfaat yang didapatnya sebagai raja? Ia akan menjadi amat bijaksana, di antara orang-orang (duniawi) tidak ada yang sama atau lebih tinggi kebijaksanaannya daripadanya … sebagai Samma Sambuddha, beliau: akan memiliki kebijaksanaan yang luas, dalam, menyenangkan, tangkas, menembus dan tajam, di antara semua makhluk: tidak ada yang sama atau lebih tinggi kebijaksanaan-nya daripada beliau. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
Mengenai hal ini disebutkan:
Pada waktu yang lampau, pada kelahiran-kelahiran
Yang lampau, ia ingin mengetahui dan bertanya
Kepada para pertapa:
Rajin mengembangkan kebijaksanaan,
Ia memperhatikan ajaran mereka mengenai tujuan hidup.
Akibat hal-hal ini bila terlahir kembali sebagai
Manusia, maka kulitnya halus dan lembut.
Para ahli menyatakan:
“Ia akan mengetahui arti yang dalam.
Jikalau ia tidak meninggalkan kehidupan duniawi,
Ia akan menjadi raja cakkavatti (maharaja)
Bijak mengetahui semua yang dalam dan halus,
Tak ada bandingan atau melampauinya.
Tetapi, jika ia meninggalkan kehidupan duniawi,
Hidup sebagai pertapa,
Kebijaksanaan tertinggi akan dicapainya,
Penerangan Sempurna dan luas sekali.”
11) Kulitnya bagaikan perunggu berwarna emas.
Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir sebagai manusia yang tak pernah marah, tanpa berkerut, begitu pula walaupun banyak kata-kata (jahat) telah ditujukan kepadanya ia tidak menjadi kejam, terhasut, gusar, agresif; tidak mempertunjukkan kemarahan, kebencian dan kejengkelan. Namun ia biasa memberikan barang-barang indah, seperti: permadani yang lunak, jubah, linen halus, kapas, sutera dan bahan wol …. Karena telah bersikap dan melakukan perbuatan seperti itu, ketika ia meninggal dunia … di alam surga … terlahir kembali di alam ini sebagai manusia dengan memiliki (11) Kulit bagaikan perunggu berwarna emas.
Dengan memiliki maha purisa lakkhana seperti itu, bila ia hidup berumah tangga … Apa manfaat yang didapatnya sebagai raja? Ia akan menerima barang-barang yang indah … sebagai Samma Sambuddha akan menerima seperti itu pula. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
Mengenai hal ini disebutkan:
“Mantap dengan pikiran yang baik, ia memberikan
Hadiah pakaian yang halus dan bagus.
Pada kehidupan-kehidupan yang lampau
Ia memberi seperti itu,
Bagaikan dewa hujan yang mengguyurkan hujan.
Kebaikan ini menyebabkan ia terlahir di surga.
Di sana ia bergembira dalam buah pahalanya.
Setelah waktu berlalu (ia terlahir kembali di bumi)
Dengan tubuh bagaikan emas yang bagus
Segalanya bagaikan para dewa, seperti dewa Sakka.
‘Jikalau ia hidup berumah tangga,
Ia akan mengurus dunia yang jahat ini,
Berdasarkan apa yang telah dibuatnya, ia menerima
Pakaian yang berkwalitas terbaik,
Permadani dan kain penutup yang terbaik.
Jikalau ia memilih meninggalkan duniawi,
Hal-hal seperti itu pula akan diterimanya.
Pahala perbuatan tidak dapat hilang.”
10) Kemaluan terbungkus oleh selaput (kosohitavatthaguyho).
Para bhikkhu, pada kehidupan lampau mana pun, pada kelahiran mana pun atau di mana pun Tathagata berada, telah terlahir sebagai manusia yang mempersatukan keluarga-keluarga, teman-teman dan orang-orang yang telah lama terpisah; mempersatukan: ibu dengan anak dan sebaliknya, ayah dengan anak dan sebaliknya, saudara laki-laki dengan saudara laki-laki, saudara wanita dengan saudara wanita, yang membuat mereka gembira sekali … Karena telah melakukan perbuatan seperti itu, ketika ia meninggal dunia … di alam surga … terlahir kembali di alam ini sebagai menusia dengan memiliki maha purisa lakkhana: (10) Kemaluan terbungkus oleh selaput.
Dengan memiliki maha purisa lakkhana seperti itu, bila ia hidup berumah tangga … Apa manfaat yang didapatnya sebagai raja? Ia akan memiliki anak yang banyak, lebih dari seribu anak yang perkasa dan penakluk musuh-musuh … sebagai Samma Sambuddha, beliau memiliki yang sama. Itulah manfaat-Nya sebagai Buddha. Inilah yang dinyatakan oleh Sang Bhagava.
Mengenai hal ini disebutkan:
Pada waktu yang lampau, dalam kelahiran-kelahiran
Yang lampau, teman-teman dan sanak saudara yang telah
Lama berpisah, dipertemukannya, dipersatukannya,
Demikianlah persatuan mereka yang menggembirakan.
Berdasarkan perbuatan baik ini ia lahir di surga,
Bahagia dan gembira sebagai buah karmanya.
Ketika ia meninggal dan terlahir kembali di bumi,
Selaput membungkus kemaluannya.
Ia akan memiliki banyak anak,
Lebih dari seribu anak akan ia punyai,
Kesatria pemenang, penakluk dan penyayang;
Kegembiraan hidup manusia biasa.
Jikalau ia meninggalkan kehidupan duniawi,
Ia tetap akan memiliki banyak ‘anak’ yaitu:
Mereka yang tergantung pada kata-katanya.
Begitulah, apakah ia meninggalkan
Kehidupan duniawi atau tidak,
Demikianlah arti dari tanda ini.
 

Posted 25/04/2012 by chandra2002id in Naskah Dharma

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s