BAB 48 MENGUNJUNGI PENJARA NEREKA TINGKAT KE DELAPAN BERBINCANG DENGAN PENGUASA ALAM BAKA “ PING TENG WANG “   Leave a comment

BAB 48

MENGUNJUNGI PENJARA NEREKA TINGKAT KE DELAPAN BERBINCANG DENGAN PENGUASA ALAM BAKA “ PING TENG WANG “

24 MARET 1978  ( LUNAR ‘ JI GWEK – CAP LAK “ )

CHI KUNG HUO FO:

“ Sinar bulan yang terang benderang tidak menyilaukan mata, sinar dari cahaya bulan disebut “ terang alami “, bagaikan orang yang bertapa melatih diri, hati mereka seperti bulan, bersih, suci dan tenang, penuh sinar kedamaian.  Walaupun badan jasmani mereka masih berada di dunia, tetapi mereka tidak membiarkannya berkelana, walaupun duduk di tanah yang kotor, mereka merasa bagaikan duduk di atas batu giok, hawa murninya melintasi bumi.  Umat manusia biarpun duduk di bangku perabot yang empuk, berjalan di aspal, tidur di atas kasur yang bersih, tetapi badannya tetap dipenuhi kotoran duniawi, walaupun setiap hari mereka menggunakan sabun cuci untuk mencuci badan mereka dan menggantikan pakaian,  Debu kotoran duniawi ( sifat keserakahan, kemarahan, keangkuhan, kemelekatan dan nafsu birahi ) tetap saja melekat pada badan duniawi ini.  Hari ini saya menjelma dan melalui badan seorang murid di vihara, berbicara dan menulis, bagi orang yang tidak percaya menganggap hal ini adalah palsu, tidak ada manfaatnya, namun bagi orang yang bijaksana pasti akan sadar bahwa apa yang saya ajarkan adalh hukum dari alam semesta ( Hukum kebenaran ).  Seperti guru besar “ TA MO “ ( Bodhi Dharma ), ketika beliau memberi petunjuk tentang dharma, kebanyakan umat manusia berpendapat bahwa 3×3 adalah Sembilan, tetapi Ta Mo berpendapat hanya satu artinya, guru Ta Mo ingin mengajak umat manusia merenungkan bahwa “ Segala Benda atau Hal Apapun akan kembali ke Asalnya.”  Bagi umat manusia yang hatinya belum terbuka akan merasa bingung dan menganggap guru besar Ta mo membohonginya.  Disini saya ingin mengingatkan umat manusia bahwa uang yang ada di dalam saku itu tidak ada nilainya apabila tidak digunakan untuk berbuat kebajikan.  Mengapa umat manusia begitu kuat memegang uang itu, apakah umat manusia tidak sadar bahwa pada akhirnya yang mereka itu akan ditinggalkan atau habis dipakai oleh anak cucunya, maka itu uang tersebut lebih baik digunakan untuk beramal dalm mengumpulkan Jasa dan Pahala.  Guru besar Ta Mo mengharapkan agar umat manusia bersedia mengganti “ Hati Biasa “ menjadi “ Hati Buddha “ yang kekal abadi.

YANG SHENG :

“ Guru benar sekali apa yang guru katakan, bagi orang yang tidak mengerti, mereka menganggap perkataan guru besar Ta Mo adalah omong kosong atau sampah. “

CHI KUNG HUO FO :

“ Sampah juga ada nilainya, kamu tidak melihat, di gerobak sampah itu, masih ada orang yang sedang memunggut barang yang berharga dengan senyuman di mukanya.  Kamu buang, saya punggut, tidak ada yang rugi, orang yang pintar adalah orang yang tahu barang.  Di negeri penghasil emas, para rakyatnya menganggap emas itu bagaikan batu pasir, tidak ada nilainya, karena mereka sudah sering melihatnya dan terdapat dimana-mana, sehingga mereka menganggapnya seperti barang biasa.  Hari ini kita sudah siap berkeliling kea lam baka lagi. “

YANG SHENG :

“ Guru, hari ini tujuan kita kemana? “

CHI KUNG HUO FO :

“Ke pengadilan Alam Bakan Tingkat Ke delapan. Yang Sheng, cepat naik ke atas bunga teratai, bersiaplah untuk berangkat. “

YANG SHENG :

“ Saya sudah duduk dengan baik.  Guru, silakan berangkat. “

CHI KUNG HUO FO :

“ Kita sudah tiba, Yang Sheng, cepat turun, di depan kita adalah Pengadilan Alam Baka Tingkat Ke delapan dan saya melihat sudah ada yang melapor ke dalam.”

YANG SHENG :

“ Yen Wang beserta pejabat-pejabatnya telah keluar menyambut kita, di atas gerbang masuk tertulis Pengadilan Tingkat ke Delapan.  Penguasa Alam Baka yang bernama “ PING TENG WANG “ berpakaian jubbah naga, wajahnya kelihatan sangat berwibawa.  Hormat saya kepada Ping Teng Wang, saya adalah Yang Sheng dari Kota Tai Chung, vihara Sheng Sien.  Hari ini mengikuti guru Chi Kung untuk datang kemari, saya harap Yen Wang dapat memberikan banyak petunjuk.”

PING TENG WANG :

“ Tak usah sungkan, cepat bangun, kalian berdua sungguh sibuk, karena tugas amal untuk menulis kitab ajaran kebaikan yang berjudul Berkeliling Ke Aalam Nereka ini, membuat kalian harus mondar mandir kea lam baka, saya sangat menghargai pengabdian kalian yang tanpa pamrih.  Cepat ikut saya masuk ke dalam. “

YANG SHENG :

“ Terima kasih, di luar pengadilan alam baka tingkat ke delapan banyak terdapat roh dosa yang sedang menunggu giliran untuk diadili, para roh dosa setelah melihat kami merasa agak aneh, saya melihat ada beberapa roh dosa sedang dipukul oleh prajurit alam baka sampai menangis. “

PING TENG WANG :

“ Buddha Chi Kung dan Yang Sheng silakan duduk, untuk sementara sidang di Pengadilan saya dihentikan dulu.  Saya sungguh merasa gembira bisa berbincang-bincang dengan kalian berdua, jendral cepat taungkan the dewa. “

JENDRAL :

“ Siap, Buddha Chi kung dan Yang Sheng silakan minum, jangan sungkan.”

PING TENG WANG :

“ Silakan minum, saya sudah lama menanti kedatangan kalian dan hari ini kalian baru bisa datang kemari. “

CHI KUNG HUO FO:

“ Waktu kami sangat terbatas, setiap kali habis mengunjungi penjara neraka, dengan segera kami harus menulis keadaan penjara nereka tersebut ke dalam kitab ajaran kebaikan, sehingga membutuhkan waktu yang tidak sedikit.  Untunglah para murid di vihara Shen Sien memiliki tekad yang kuat.  Tidak merasa lelah, sehingga tugas kami ini bisa berjalan dengan lancer, biar lambat namun mantap, tugas kami ini bisa berhasil berkat bantuan dari para Yen Wang. “

YANG SHENG :

“ Setiap kami tiba di alam baka, kami selalu dilindungi dan diberi petunjuk oleh para Yen Wang beserta para pejabat, saya sungguh merasa berterima kasih kepada mereka, tetapi sayang sekali saya sendiri belum memiliki kepandaian apapun.”

PING TENG WANG :

“ Memang tidak mudah menjalankan ajaran suci, umat manusia harus berjuang dalam setiap detik.  Dalam kehidupan umat manusia di dunia, ada yang didapat dan tentu saja ada yang dikorbankan, jika umat manusia tidak memegang dengan teguh prinsip kebenaran itu, sekali terjadi pelanggaran terhadap Ajaran suci, maka hati suci dari para umat akan tercemar atau ternoda.  Memang kalu bisa dibersihkan kembali hati suci itu, tidaklah menjadi masalah, namun kalau Hati Suci ini dapat dijaga terus agar tetap bersih jangan sampai ternoda sampai pada akhir kehidupan barulah dikatakantelah berhasil memiliki hati yang suci dan murni.”

YANG SHENG:

“ Terima kasih atas kata-kata nasehat dari Yen Wang.  Hari ini kami berkunjung kemari, dengan harapan Yen Wang bisa menjelaskan kepada kami keadaan dari penjara nereka di Pengadilan Alam Baka Tngkat ke Delapan ini, agar para umat manusia dapat mengetahuinya. “

PING TENG WANG :

“ Baiklah, saya bertugas di pengadilan Tingkat Ke Delapan ini, para roh dosa yang dibawa kemari adalah para roh dosa yang telah dihukum dari Pengadilan Tingkat Pertama sampai ke Pengadilan Tingkat Ketujuh, tetapi diantara mereka masih terdapat sisa-sisa dosa, maka untuk melunasi semua dosanya, disinilah tempatnya.  Di Pengadilan Tingkat Kedelapan, nereka utamanya adalah NERAKA BESAR YANG SANGAT PANAS, selain itu juga tersedia 16 nereka kecil untuk menghukum para roh dosa.  Disini saya ingin memberi nasehat kepada umat manusia di dunia untuk menjaga kelakuan mereka dengan baik, jalani kehidupan yang benar, perbanyak kebajikan, ikuti ajaran yang benar, pahami arti dan tujuan dari kehidupan manusia yang sebenarnya dan harus tahu setelah meninggal dunia, tujuannya mau kemana? Jangan sampai masuk ke alam baka untuk menerima siksaan yang dahsyat ini ! “

YANG SHENG :

“ Ada satu pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada Yen Wang, Karena banyak orang yang bertanya kepada saya, yaitu mengapa sewaktu para roh dosa menceritakan dosa mereka, pejabat neraka tidak menyebutkan nama dan alamat dari para roh dosa untuk dicantumkan ke dalam kitab ajaran kebaikan ini.  Dengan dicantumkan nama dan alamat dari para roh dosa, saya rasa datanya akan kelihatan lebih lengkap.  Karena umat manusia di dunia ingin bukti yang nyata, kalau tidak bisa dibuktikan kasusnya, maka umat manusia kurang mempercayainya.  Harap Yen Wang bisa menjelaskan persoalan ini kepada kami.”

PING TENG WANG :

“ Para roh dosa yang terdapat di penjara neraka, jika diwawancarai tidak ingin menyebutkan identitasnya.  Penguasa langit juga tidak mengizinkan kami memberitahukan nama serta alamat dari para roh dosa yang paling penting perbuatannya saja yang dicantumkan.  Kelihatannya memang lebih baik kalau bisa mencantumkan nama dan alamat dari para roh dosa dalam kitab ajaran kebaikan ini, tetapi harus diingat, apabila kelakuan jahat dari seseorang itu sampai tersebar keluar bisa menimbulkan banyak urusan terhadap anggota keluarganya, karena hal itu dapat memalukan anak dan cucunya.  Oleh karena itu, maka nama dan alamat dari para roh dosa tidak diberitahukan, untuk menjaga nama baik dari keturunannya.”

CHI KUNG HUO FO :

“ Orang yang baik tetap berjalan di jalan yang benar, dan orang-orang jahat kelakuannya memang jahat.  Para roh yang berdosa tidak perlu ditanya nama dan alamatnya, yang paling penting adlah mencatat apa perbuatan mereka sewaktu masih hidup di dunia yang mana menyebabkan mereka harus dihukum di penjara neraka.  Apabila umat manusia tidak percaya adanya surga atau neraka, tidak menjadi masalah, tetapi bagi yang berbuat jahat, setelah meninggal dunia pasti akan jatuh ke tangan Yen Wang ( Penguasa Alam Baka ), dan waktu itu mau merasa menyesal pun sudah terlambat.  Karena waktu kita sudah habis, lain kali kami akan berkunjung lagi ke Pengadilan Tingkat Kedelapan ini, sekarang kami mau minta permisi.

YANG SHENG :

“ Baiklah, karena waktunya sudah habis, terima kasih atas jamuan dari yen Wang, kami minta permisi.”

PING TENG WANG :

“ Perintahkan seluruh pejabat berbaris untuk mengantar tamu. “

CHI KUNG HUO FO :

“ Marilah , pandanglah dunia ini seperti sebuah kereta kerajaan yang penuh dengan hiasan, yang membuat orang bodoh terlelap di dalamnya, tetapi bagi orang bijaksana yang mengetahui hukum ketidak-kekalan tidak akan melekat atau terikat di dalamnya.  Barang siapa yang dapat menebus perbuatan jahat yang telah dilakukan dengan jalan berbuat kebajikan, maka ia akan menerangi dunia ini bagai bulan yang terbebas dari awan hitam,  Yang Sheng, camkanlah hal ini dengan baik-baik.  Ada 2 hal yang akan menuntunmu kepada pemahaman tertinggi.  Apa kedua hal itu? KETENANGAN dan PANDANGAN YANG BENAR.  Dengan menumbuhkan kembangkan ketenangan, pikiranmu akan terlatih dan terkendali.  Dengan pikiran terlatih, kamu tidak lagi menjadi budak dari keinginan sekejabmu.  Bila kamu menumbuhkembangkan pandangan yang benar, maka kamu akan memperoleh kebijaksanaan.  Dengan kebijaksanaan, kamu dapat membebaskan dirimu dari kebutaan akibat dari ketidaktahuan atau kegelapan batin, karena pikiran yang terikat pada keinginan-keinginan tanpa pertimbangan tidak dapat memperoleh pemahaman sejati terhadap dunia ini.  Hanya dengan ketenangan dan pandangan benar,pikiran akan menjadi Bebas Leluasa dan Bahagia.  Kita sudah tiba di vihara Sheng Sien.   ( Yang Sheng turun dari bunga teratai, kemudian rohnya masuk kembali ke badannya )

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s