KUNG TE PAU SAN SEN CHOU – GUNARATNASILA DHARANI   Leave a comment

GUNA-RATNA-ŚĪLA DHĀRAṆĪ

(The Meritorious Precious Mountain Dhāraṇī)
[功德寶山咒: GONG DE BAO SHAN ZHOU]

Mahā Saṃnipāta Sūtra (The Sūtra of the Great Assembly of Bodhisattvas) says:
“if one recites this dharani once, one can eradicate all evil karma no matter how serious, and can gain rebirth in the Pure Land of Amitabha Buddha as the highest type of incarnate being.”
From: 密咒圓因往生集 lit., ‘A collection of esoteric dharani to perfect the courses for rebirth’, Taisho Edition of the Chinese Tripitaka, T46 No.1956, page 1009c-1010a (in Chinese)

Glossary:
guṇa-ratna 功德寶: merit (guṇa) as precious as jewel (ratna).
Śĩla: precept, good behavior, noble character, with godly qualities, stones, peak.
Siddhi, siddha, yukta, anvita, samanvāgama, samanvaya 成就 :
(1) [瑜伽師地論 Yogācāra-bhūmi-ĩāstra, The Discourse on the Stages of Concentration Practice]: to establish, develop, complete, accomplish (siddhi).
Also Su-siddhi 蘇 悉地, 妙成就, wonderful achievement. (2) Possessed in the body; (3) One type of benefit; acquisition, possession; (4) Completion, perfection; (5) Achievement of a wish or aim; (6) To consist of, be composed of; be formed with; (7) To materialize, be realized; be concluded, be effected; (8) To posit in discourse 成立.
Siddha: in tantric tradition particularly means an enlightened master or guru. The siddha tradition arose in Indian tantric Buddhism and had a great influence on the development of Tibetan Buddhsim. The term signifies a yogin (f. yogini) who has attained magical powers and has the ability to work miracles. Tibetan Buddhism recognizes a lineage of 84 such siddhas.
Siddhi: in tantric tradition, the extraordinary attainments achieved as the goal of practice.
These comprise two categories: the mundane (laukika) and the supermundane (lokottara).
The first category usually comprises (not limited to) the Six Abhinnas 六通 (Psychic Power): clairvoyance 天眼通, clairaudience 天耳通, reach other realms 神境通, read mind 他心通, knowledge of former existences 宿命通 and eradicate defilement 漏盡通. The supermundane category is enlightenment (bodhi) itself.

Supermundane (lokottara): denotes matters relating to the noble path (ārya-mārga) and its fruits, and thus connected with, or conductive to liberation. In other words, any activity or practice not associated with the mundane (laukika) world of unenlightened beings (pṛthagjana).

Pṛthagjana (Pali, puthujjana): ordinary person, defined doctrinally as one with worldly aspirations, in contrast to the Noble Person (ārya-pudgala) who have attained one of the supermundane paths. In term of scheme of the five paths (pañca-mārga) to Buddhahood, a pṛthagjana is one who has not attained the third path, the path of seeing (darśana-mārga).

Pañca-mārga: the five paths, a systematization of the stages of an Arhats’s or a Boddhisattva’s spiritual progress current in many pre-Mahāyāna schools particularly emphasized in the Yogācāra school. The five paths comprise: (1) the path of accumulation of merit and awareness; (2) the path of preparation when one develops skills in meditation; (3) the path of seeing when one attains a direct insight into the true nature of phenomena or emptiness; (4) the path of cultivation when one broadens one’s experience of emptiness and makes it a living experience; (5) the path of ‘no more learning’ when all defilement and perverse views about the knowable are overcome. At this point one either becomes enlightened as either an Arhat or a Buddha.
Puru: great, greatly, vast, very much, manifold, completely, thoroughly.

Istilah:
guna-ratna 功德 宝: jasa (guna) sebagai berharga sebagai permata (ratna).
Sila: ajaran, perilaku yang baik, akhlak mulia, dengan kualitas yang saleh, batu, puncak.
Siddhi, siddha, yukta, anvita, samanvāgama, samanvaya 成就:
(1) [瑜伽 师 地 论 Yogacara-Bhumi-ĩāstra, Wacana pada tingkat-tingkat praktek Konsentrasi]: untuk membangun, mengembangkan, menyelesaikan, mencapai (siddhi).
Juga Su-siddhi 苏 悉 地, 妙 成就, prestasi luar biasa. (2) Dimiliki dalam tubuh, (3) Salah satu jenis manfaat, akuisisi, kepemilikan, (4) Penyelesaian, kesempurnaan, (5) Pencapaian keinginan atau tujuan, (6) Untuk terdiri dari, terdiri dari; dibentuk dengan; (7) Untuk terwujud, terwujud; disimpulkan, dilaksanakan; (8) Untuk menempatkan dalam wacana 成立.
Siddha: dalam tradisi tantra sangat berarti guru tercerahkan atau guru. Tradisi siddha muncul di India tantra Buddhisme dan memiliki pengaruh besar pada pengembangan Tibet Buddhsim. Istilah ini menandakan yogin (F. Yogini) yang telah mencapai kekuatan magis dan memiliki kemampuan untuk melakukan mujizat. Buddhisme Tibet mengakui garis keturunan dari 84 Siddha tersebut.
Siddhi: dalam tradisi tantra, pencapaian yang luar biasa dicapai sebagai tujuan dari praktek.
Ini terdiri dari dua kategori:-hal duniawi (laukika) dan tdk duniawi (lokottara).
Kategori pertama biasanya terdiri dari (tidak terbatas pada) Enam Abhinnas 六 通 (Power Psikis): clairvoyance 天眼通, clairaudience 天 耳 通, mencapai alam lain 神 境 通, membaca pikiran 他 心 通, pengetahuan tentang keberadaan mantan 宿命通 dan membasmi kekotoran漏尽 通. Kategori tdk duniawi adalah pencerahan (bodhi) itu sendiri.

Tdk duniawi (lokottara): menunjukkan hal yang berkaitan dengan jalan mulia (Arya-marga) dan buah-buahan, dan dengan demikian dihubungkan dengan, atau konduktif untuk pembebasan. Dengan kata lain, setiap aktivitas atau praktek tidak terkait dengan dunia (laukika) biasa makhluk yang belum tercerahkan (pṛthagjana).

Pṛthagjana (Pali, puthujjana): orang biasa, yang didefinisikan sebagai salah satu doktrin dengan aspirasi duniawi, berbeda dengan Orang Mulia (Arya-pudgala) yang telah mencapai salah satu jalan tdk duniawi. Dalam hal skema dari lima jalan (panca-marga) untuk Buddha, sebuah pṛthagjana adalah orang yang belum mencapai jalan ketiga, jalan melihat (Darsana-marga).

Panca-marga: lima jalur, sebuah sistematisasi tahap dari yang Arahat atau kemajuan rohani seorang Bodhisattva yang saat ini di banyak pra-Mahayana sekolah terutama ditekankan dalam sekolah Yogacara. Lima jalan terdiri dari: (1) jalan akumulasi pahala dan kesadaran, (2) jalan persiapan ketika salah satu mengembangkan keterampilan dalam meditasi, (3) jalan melihat ketika seseorang mencapai wawasan langsung ke dalam sifat sesungguhnya dari fenomena atau kekosongan, (4) jalur kultivasi ketika satu memperluas pengalaman seseorang kekosongan dan membuatnya menjadi pengalaman hidup, (5) jalan ‘tidak lebih belajar’ ketika semua kekotoran batin dan pandangan sesat tentang diketahui diatasi. Pada titik ini satu baik menjadi tercerahkan baik sebagai Arhat atau seorang Buddha.
Puru: besar, sangat, besar, sangat banyak, manifold, sepenuhnya, secara menyeluruh.(google trans)

Dharani :

Sanskrit/English
Namo Buddhāya Namo Dharmāya Namaḥ Saṃghāya
(Om) siddhe huru huru sidhuru kṛpā kṛpā siddhāṇi puruṇi svāhā
Adoration to the Buddha! Adoration to the Buddhist Teaching! Adoration to the Buddhist community!
Accomplished one, quick, quick, accomplishes quick, be merciful, be compassionate, accomplishes perfectly. So be it!

Chinese/Pinyin Transliteration (Fo Guang Shan Liturgy)
功德寶山咒 / GONG DE BAO SHAN ZHOU
南無佛馱耶 / NA MO FO TUO YE
南無達摩耶 / NA MO DA MO YE
南無僧伽耶唵 / NA MO SENG QIE YE AN
悉帝護嚕嚕悉都嚕 / XI DI HU LU LU XI DU LU
只利波吉利波 / ZHI LI BO JI LI PO
悉達哩布嚕哩娑縛訶 / XI DA LI BU LU LI SUO WA HE


Download MP3 :

MANDARIN 

PALI

Posted 08/04/2012 by chandra2002id in Text Paritta

Tagged with

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s