Babak ke 44 “Melawat ke Sub Seksi Neraka Pencabutan Usus”   Leave a comment

Babak ke 44

“Melawat ke Sub Seksi Neraka Pencabutan Usus”

“Goresan Pena Medium telah menghasilkan Pil “Sembilan kali penjelmaan”, Barang siapa yang mengkonsumsi akan memperoleh kembali penghidupan yang baru,Ribuan kitab surgawi akan membukakan kecerdasan manusia,Sungguh besar karunia Penguasa langit, besar karunia Nyatakkan mungkin bisa tuntas terbalas.”

Roh manusia dari alam wadag (alam dunia) bisa melawat ke alam neraka, bukanlah sebuah dongeng atau cerita bualan, sejak zaman dahulu hingga kini, tak sedikit orang yang mempunyai pengalaman mati suri, yang pernah mati sejenak namun sadar kembali, pada umumnya mereka bisa menceritakan keadaan yang dialami setelah kematiannya, ceritanya begitu hidup dan jelas, menggambarkan keadaan kuasa neraka, ini membuktikan apa yang ditulis di dalam kitab-kitab suci bukanlah omong kosong.

Hanya saja jika kita tak menyaksikan dengan mata kepala sendiri, umat di dunia takkan mau percaya. Boleh dikatakan sikap itu “bijaksana”namun juga “dungu”, bagaimana bisa dikatan begitu? Sebagai contoh, manusia memiliki organ dalam, namun juga tak terlihat, toh tetap aman-aman saja. Jika suatu ketika kau “mengetahui” atau “terasa”, (ada yang tak beres pada salah satu organ di dalam diri) saat itu sudah runyam jadinya, kalau tak sakit di sebelah siniya di sana, perlu difoto ronsen atau dioperasi, umat di dunia biasanya tak bisa melihat organ dalamnya sendiri, apakah lalu organ-organ itu tak ada? Lazimnya neraka memang tak terlihat.

Hanya orang-orang tertentu saja yang pernah melihat saat masih hidup, sedangkan orang pada umumnya begitu melihat keberadaan neraka, berarti ajalnya telah tiba. Maka saya menasehati umat di dunia supayasadar, kenalilah dengan pasti bahwasanya “yang tak kasat mata, keberadaannya tetap punya nilai”, “pikiran, nafas, perasaan….” semuanya tak kasat mata, hanya bisa dihayati dengan perasaan, tetapi yang tak kasat mata ini, justru yang mempertahankan kehidupan Anda, merupakan “zat” yang menguasai raga Anda!Seperti misalnya seorang “tuna netra”, tak bisa karena dirinya tak melihat lalu menyangkal segala sesuatu wujud rupa yang ada di dunia, namun dengan menggunakan sebatang tongkat, ia bisa menjelajah ribuan kilo meter.

Perumpamaan ini memberi tahu kita, meskipun “mata yang fana” ini banyak rintangan, tetapi “mata batin” malah tanpa hambatan, namun kita menutup “mata batin” sendiri, malah terseret oleh nafsu dan perasaan yang membuta masuk kedalam tiga jalur penitisan yang buruk.Umat di dunia sudah tahu kalalu sesuatu perbuatan itu termasuk melanggar,lubang perangkap yang celakakan orang berada di depan, tetapi tetap saja nekat,tak mau belajar pada orang yang menggunakan tongkat itu, untuk meraba dan memeriksa jalan yang ada di depan, sehingga terjatuh ke dalam jurang neraka yang dalam. Jika ingin melompat keluar entah harus menunggu berapa kelahiran lagi.

Waktunya untuk melawat ke Alam Baka. Orang dari dunia fana jika ingin melawat ke kuasa neraka tak saja harus bervegetarian, pakaian dan sepatu juga harus rapi dan bersih.Di sini adalah “Neraka Pencabutan Usus”, opas neraka hilir mudik, masing-masing menggiring roh dosa. Sudah terdengar suara tangisan melolong-lolong.Sudah bisa terlihat keadaan eksekusi di dalam neraka, para roh dosa berjajar dengan tubuh telanjang, masing-masing diikat di sebuah tiang, danyang-danyang petugas neraka menggunakan pisau tajam menghunusnya ke dalam perut roh dosa, lalu dikupas ke bawah, seluruh bagian perut terkoyak terbuka, dengan sendirinya usus-usus tersembul keluar, lantai penuh dengan cucuran darah dan berbau anyir. Usus-usus tercecer di lantai, di sampingnya ada anjing hitam, saling berebut makan usus.

Meski usus sudah keluar, tapi ujungnya masih menyambung dengan hati, belum sampai lepas dari tubuhnya, kini dibuat rebutan oleh anjing-anjing hitam, saling tarik-menarik, roh dosa menjerit-jerit kesakitan, dan akhirnya pingsan.Mereka melakukan dosa apa sehingga dihukum kemari?Para roh dosa itu semasa hidupnya adalah pejabat yang korup, yang melakukan KKN, atau perutnya hitam (hatinya jahat, penuh siasat untuk memperdaya dan mencelakai orang), ususnya beracun, maka setelah meninggal dihukum kemari.

Pejabat : membawa keluar beberapa roh dosa untuk ditanyai.

RohDosa 1: Semasa hidup saya adalah seorang pejabat, sering menggunakan kemudahan wewenang jabatan, untuk menerima uang suap yang tak dibenarkan oleh hukum, atau berkolusi menggarap harga tanah dalam pembebasan tanah warga, mencari keuntungan yang luar biasa. Asalkan ada yang bisa mendatangkan keuntungan, saya akan menggunakan segala cara untuk mendapatkannya. Namun nasibku sial, setelah meninggal saya dibawa pergi ke atas panggung cermin dosa,untuk diperlihatkan perbuatan saya semasa hidup. Semua perbuatan menggaet keuntungan dan kekayaan secara ilegal tertayang dengan jelas tanpa ada yang terlewatkan, ini sungguh membuat saya amat tercengang. Setelah disidang melalui berbagai Astana, akhirnya diserahkan ke astana ketujuh, Yam Ong Thai San Wang menghukum saya masuk ke “Neraka pencabutan usus”, setiap hari usus saya ditarik keluar, dibuat rebutan oleh anjing-anjing hitam, sakitnya sungguh tak terperikan.

Pejabat : Engkau sebagai pejabat pemerintahan, tak berpikir untuk menyejahterakan rakyat, malahan memeras rakyat. Apa saja yang bisa kau telan telah kau telan semuanya, ususmu sungguh kotor ku nasehati umat di dunia yang menjadi pejabat, jadikanlah tanggung-jawab jabatanmu untuk memberi pelayanan terhadap khalayak ramai, dimana-mana memberi kemudahan dan mengasihi rakyat, dengan loyal mengabdi kepada negara, dengan demikian jasa pahalanya akan amat besar. Jika hanya bertujuan untuk mengeruk keuntungan, setelah meninggal jangan harap bisa mendapat pengampunan di dalam kuasa neraka.

YangSheng : Saya tanya pula kepada nenek ini, Anda sudah begini tua masih menerima hukuman ini, sebenarnya semasa hidup melakukan kesalahan apa?

RohDosa 2: Mengenang masa hidupku, ingin menyesal pun sudah terlambat,sewaktu berusia 48 tahun, karena gagal dalam usaha bisnis, saya mengadakan arisan uang untuk mengatasi kesulitan, namun karena khilaf, saya mengambil keputusan menilap uang arisan peserta, lalu saya pindah ke desa lain. Akhirnya pada usia 54 tahun saya meninggal, roh saya dikawal hingga diserahkan ke astana ketujuh, Yam Ong lalu menghukum saya kemari untuk menerima siksa.

Pejabat : Menilap uang arisan, menelannya tanpa dikeluarkan, kini terpaksa dikeluarkan dari ususnya, menilap seberapa harus membayar seberapa, hukuman di neraka itu adil, kau sendiri yang berbuat maka kau sendiri pula yang harus menanggungnya. Kelak setelah selesai menjalani hukuman, dan kala dititiskan kedunia lagi masih harus membayar hutang juga.

YangSheng : Mohon tanya kepada Tuan sepuh ini, Anda menerima siksa di sini sudah berapa lama?

RohDosa 3: Tiga tahun lebih. Semasa hidup saya berusaha di bidang pertanian,mencari nafkah dengan menanam sayur-mayur. Entah bagaimana, setelah tengah usia tanam, sayur-mayurnya sering diserang hama, maka harus disemprot dengan pestisida untuk membasmi hama. Suatu ketika bertepatan dengan harga sayur cukup baik, saya lalu memetik sayur yang baru saja disemprot satu atau dua hari yang lalu itu untuk dijual. Hanya demikian saja, sesudah meninggal saya lalu dihukum di “Neraka pencabutan usus”, saya kena celakanya tak lain karena kurangnya pengetahuan saya.

Pejabat : Kau hanya tahu cari untung saja, menjual sayur-mayur yang masih ada sisa racun obat pestisida, tak sedikit mencelakai orang. Banyak orang yang makan sayurmu menjadi keracunan, atau kadar racunnya dari sedikit demi sedikit menjadi banyak, sehingga terserang levernya, atau terkena sakit tumor kanker.Hati dan perutmu sungguh beracun, maka harus mendapat hukuman ini.

YangSheng : Mohon tanya pada Nenek ini, mengapa Anda sampai datang kemari?

RohDosa 4: Oh! Tuhanku, di sini sungguh mengenaskan sekali, mohon Guru menolong saya.

CiHoet : Saya sungguh kasihan kepadamu, tetapi pada mulanya mengapa kau tak  punya rasa kasihan terhadap orang lain? Cepat katakan riwayat dosamu!

RohDosa 4: Baiklah, saya mempunyai seorang anak gadis asuhan. Sejak kecil saya tak sayang padanya, sering kali saya pukuli dengan rotan, saya diskriminatif terhadap dia, setelah tumbuh dewasa, saya lihat wajahnya cukup cantik, lalu saya jual dia ke kompleks pelacuran untuk mendapat uang, setelah meninggal Yam Ong tak terima atas perbuatan itu, saya lalu dihukum di sini.

Pejabat : Sungguh kejam hatimu, sungguh beracun isi perutmu, menganggap gadis asuhan sebagai mesin cari uang, merusak moral orang, hati nuraninya hilang sama sekali, hatinya miring, ususnya keras, kau pantas dihukum!

YangSheng : Ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada Guru, yaitu sewaktu roh dosa menerima siksa hukuman, kalau sudah sekali menerima siksa hukuman, dan sudah sampai pingsan tak sadarkan diri, mengapa bisa hidup kembali untuk disiksa lagi?

CiHoet : Pernahkah kau bermimpi ditembak dan dibunuh orang? Meski badan terluka, merasakan sakit yang amat menderita, namun setelah terbangun hanya keringat dingin yang bercucuran, sama sekali tidak mati bukan? Lalu esok malamnya bermimpi lain lagi, setelah terbangun juga mendapatkan dirinya masih tetap utuh seperti semula, sama sekali tiada yang terluka, maka jika orang sudah meninggal, rohnya seperti berkelana dalam mimpi, meski badannya menderita sakit karena siksaan hukuman, dan danyang-danyang neraka mengguyurnya dengan air pemulih roh, maka roh dosa itu tersadarkan lagi lukanya pun hilang,agar dia dalam ingatannya merasakan derita ketakutan, hukum siksa di kuasa neraka adalah untuk menyadarkan rohnya saja, maka kematian manusia bisa disebut sebagai : “Mimpi Besar”. Orang yang telah meninggal, akan menderita dalam mimpi yang panjang itu. Saya berikan satu contoh lagi : misalnya dalam mimpi menemukan harta karun berupa emas lalu dipungutnya, tentu girangnya tak kepalang tanggung, namun begitu terbangun, semuanya hampa belaka, dari sini bisa kita ketahui bahwasanya impian itu maya dan ilusif, bukan yang hakiki,orang yang sesat pikirannya akan dibodohi. Jika umat di dunia yang membina jalan suci tak menyadari hal ini, melekat terhadap yang berwujud, akhirnya juga senasib dengan mimpi yang sifatnya maya dan ilusif!

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s