Babak ke 54 MELAWAT KE NERAKA BESAR APHI BUDDHA HIDUP CI KUNG TURUN TAHUN T1NG SHE, 51 GWEE J1 CAP LAK 2535   Leave a comment

Babak 54

MELAWAT KE NERAKA BESAR APHI BUDDHA HIDUP CI KUNG TURUN TAHUN  T1NG SHE, 51 GWEE J1 CAP LAK 2535

Prolog:“Disaat acara kebaktian doa malam hari, terdengar suara mendaras Surat Sutra (Liam Keng) dari Perguruan Roh Suci,Menggugah dan menyadarkan umat untuk meninggalkan nama dan prestise,Bangunan gedung nan serba tinggi dibangun secara beruntun, Tak urung setelah seratus tahun kemudian tetap harus pergi dan berpindah ke benteng gundukan tanah.”

Ci Hoet : Kini di depan Vihara Sheng Shian dibangun gedung nan tinggi, bernasib baiklah orang pada zaman modern ini, semua bisa tinggal di tengah “awang-awang, tetapi kenyamanan hati tentu lebih utama ketimbang kenyamanan tempat tinggal, jika hatinya tak bisa tenang nyaman, walau tinggal di gedung bertingkat nan tinggi sekalipun takkan bisa digolongkan orang yang bernasib baik! Yang terpenting bagi manusia adalah kenyamanan hati, kalau tidak, meski tinggal di dalam istana, tetap akan terasa gelisah,duduk terasa tak enak, berdiri pun terasa tak enak, bagaimana bisa merasa bahagia?

Yang Sheng : Benar sekali apa yang Guru tuturkan!

Ci Hoet : Cepat naik ke atas teratai, siap melawat ke alam baka.

Yang Sheng : Saya sudah duduk dengan baik, silahkan Guru berangkat. .

Ci Hoet : Sudah tiba, Yang Sheng, turunlah.

Yang Sheng : Saya sudah turun, hari ini datang kemari, tempat apakah ini?

Ci Hoet : Hari ini kita melawat ke “Neraka besar Aphi”[xx]!

Yang Sheng : “Neraka Aphi” sungguh menakutkan, saya pikir lebih baik; ke tempat lain saja!

Ci Hoet : Kau tak perlu takut, saya ada disini, tiada yang perlu ditakuJtkan, jika hatimu terasa tak enak, baiklah, saya berikan kau sebutir pil “Penenang hati”[xx], cepat ditelan,dan ikuti saya melaju.

YangSheng : Terima kasih atas pemberian Pil Dewa, setelah ditelan, hati terasa tenang dan nyaman kembali. Di depan sudah ada Pejabat yang menyambut kedatangan kita.

Pejabat : Selamat datang kepada Buddha hidup Ci Kung dan Yang San Sheng yang datang kemari untuk memberi petunjuk, Neraka kami bernama “Neraka Aphi”, berada di bawah kekuasaan Astana ke sembi Ian, silahkan kalian berdua meninjau.

YangSheng : Terima kasih atas ketulusan hati Pejabat, lingkupan “Neraka Aphi”mengapa begitu luas?

Pejabat : “Neraka Aphi” ini bagaikan hidung manusia, dikatakan besar sebenarnya juga tidak besar, tetapi bisa menembus keseluruh badan, lagi pula merupakan jalur pernapasan yang sangat penting, maka roh dosa yang dipenjara di “Neraka Aphi” adalah roh yang dosanya amat besar dan banyak.

Yang Sheng : Di depan ada sebuah rongga besar, saya tak berani menengok ke dalam, didalam tampak gelap gulita, hanya terdengar suara rintihan dan suara air panas yang mendidih, apakah para roh dosa terendam semua di dalamnya?

Pejabat : Yang berada di dalam rongga itu adalah roh-roh dosa, neraka ini ada 18 lapis, didalamnya tertancap banyak pisau, lagi pula penuh dengan cairan larva bumi yang panas,roh dosa yang digiring oleh perwira, ditusuk dengan tombak lalu dimasukkan ke dalam rongga dan tertarik oleh gaya tarik magnet bumi, dan hanya terdengar satu kali suara jeritan, terputus sejenak, kemudian terdengar jeritan-jeritan lagi. Keadaan di dalam penjara ini sangat gelap, telapak tangan sendiri pun tak bisa dilihat, yang mendapat siksa hukum di dalam sungguh menderita, siksaan ini tergolong siksaan paling keras!

Yang Sheng : Saya sering mendengar orang berkata, umat di dunia paling “takut kalau setelah meninggal rohnya masuk ke “Neraka Aphi” apakah sebabnya?

Pejabat : Orang yang masuk ke neraka Aphi, kebanyakan rohnya tak bisa terangkat untuk dilahirkan kembali, seperti pengadilan di alam dunia, dimana pengadilan telah memutuskan hukuman penjara seumur hidup!

Yang Sheng : Bolehkah membawa keluar beberapa roh dosa untuk dimintai kesaksian?

Pejabat : Vihara Anda menerima Titah dalam menyusun kitab “Melawat ke Alam Baka”,oleh karena itu Yam Ong mengizinkan membawa keluar beberapa roh dosa untuk memberikan kesaksian perkara agar bisa dipakai sebagai rujukan/bahan referensi, kalau bukan karena itu, biasanya roh dosa yang masuk ke “Neraka Aphi” tak boleh dikeluarkan,saya akan gunakan aji pusaka, Coba kau Iihat aji pusaka ini, begitu disorotkan ke dalam penjara, maka tampak terang benderang. Seluruh peralatan mesin penyiksa berhenti bergerak.

Perwira, cepat angkat keluar beberapa roh dosa ke atas!

Perwira : Siap! sudah digiring keluar.

Yang Sheng : Di sekujur badan tampak luka-Iuka, juga penuh berlumurkan lumpur dan bercak darah, kedua bola mata tampak menonjol keluar, sudah tak rupa manusia lagi,sungguh kasihan!

Ci Hoet : Akan saya gunakan sedikit ilmu kesaktian, agar kesadarannya pulih kembali,serta mengurangi rasa sakit di badannya, agar bisa memberi keterangan perkara.

Yang Sheng : Ilmu kesaktian Guru sungguh luar biasa, sekarang mereka telah berubah menjadi tujuh puluh persen berupa orang dan tiga puluh persen berupa hantu, dan sudah bisa berbicara.

Pejabat : Disini telah hadir dua tokoh guru besar, cepat ceritakan sendiri perbuatan jahat kalian semasa hidup, agar bisa memberi pelajaran bagi umat di dunia.

Roh Dosa1 : Semasa hidup saya durhaka terhadap orang tua, setiap hari, hanya luntang-Iantung keluyuran. Bila saya menjulurkan tangan minta uang tapi tak diberi, saya langsung mencaci-maki kedua orang tua, ada kalanya sampai saya pukuli dan tendangi.Sernasa hidup tak pernah berbhakti, setelah meninggal saya menerima banyak hokum siksa di berbagai Astana, lalu diputus lagi masuk ke “Neraka Aphi”, roh saya tak terangkatkan selamanya, mohon kepada kedua Guru besar, mintakan pengampunan untuk saya, asalkan bisa keluar dari “Neraka Aphi”, walaupun ditumimbal lahirkan menjadi sapi atau anjing pun saya rela, di sini sungguh menderita sekali.

Ci Hoet : Diantara segala bentuk kebajikan, laku baktilah yang paling utama. Semasa hidup tak tahu membalas budi orang tua, menafkahi, menjaga dan melayani malah memukuli dan menendangi, sungguh durhaka sekali, hukum neraka bagi orang yang tak  berbaktl, digolongkan dalam dosa yang tak terampunkan, maka saya tak bisa berbuat apa-apa!

Pejabat : Ada kalanya umat di dunia yang karena masalah kepentingan pribadi atau nafsu egonya dalam perkara perkawinan atau harta kekayaan sampai berani melawan orangtuanya, tak lagi berbakti kepada orang tua, jika tak cepat-cepat bertobat maka kelak “Neraka Aphi” akan menjadi bagiannya. Kini roh yang kedua, cepat berikan kesaksian.

Roh dosa2 : Semasa hidup saya suka main cabul, telah beberapa kali memperkosa wanita dari keluarga baik-baik, pernah juga menggoda janda, menipunya lalu menggaetnya, dan melakukan hubungan gelap dengan anak angkat perempuan saya sendiri. Boleh dikata saya telah puas menikmati kesenangan nafsu birahi, siapa tahu, setelah meninggal malah menerima bermacam-macam siksa hukuman dan yang terakhir diputus masuk ke dalam”Neraka Aphi”, selamanya tak memperoleh kesempatan untuk terangkat dalam perputaran tumimbal-Iahir. Guru, tolonglah saya, jika bisa keluar dari derita ini, saya rela menjadi anjing atau kuda piaraanmu!

Ci Hoet: Saya tak membutuhkan anjing atau kuda, semasa hidup tak menuruti jalan yang benar, berzinah merupakan biang kejaahatan yang paling utama, bertobatlah di dalam”Neraka Aphi”!

Pejabat: Roh yang ketiga, cepat ceritakan perbuatan dosamu semasa hidup!

Roh Dosa3 : Semasa hidup saya memalsu produk obat-obatan impor, arak impor, vetsin,arak beras, arak ketan Shao Xing dan lain sebagainya dengan tujuan untuk meraup keuntungan yang besar, saya pun untung besar. Karena mengambil keuntungan tanpa bermoral, maka saya diputus masuk “Neraka Aphi”. Mohon kepada Buddha hidup CiKung untuk memintakan ampunan dari Yam Ong, agar melepaskan saya. Kelak jika dilahirkan menjadi manusia lagi, saya pasti jadi orang baik-baik, dan mencari keuntunganyang halal.

Ci Hoet : Membuat arak palsu, obat palsu, dosanya paling besar, tak menggindahkan etika moral dan keselamatan nyawa orang. Setelah masuk mulut, barang-barang itu bagaikan racun, sungguh tak tanggung-tanggung, mencelakakan orang, hati nurani –sudah hilang, kini kau diputus masuk ke “Neraka Aphi” meneguk cairan larva, bisa menetralkan racun, bagaimana rasanya, kau sendirilah yang tahu, saya tak berdaya menolongmu!

Pejabat : Giliran roh keempat, cepat ceritakan perbuatan jahatmu semasa hidup!

Roh Dosa-4: Semasa hidup secara khusus saya melakukan bisnis penyelundupan,disamping itu saya menghisap dan menginjeksi diri sendiri dengan narkotik. Setelah menyandu, demi mengatasi pengeluaran yang luar biasa besarnya, secara sembunyi-sembunyi saya ikut berjualan obat narkotika. Selama hidup tak sedikit orang yang menjadi korban saya. Setelah meninggal, Yam Ong gusar sekali, menghukum saya masuk “Neraka Aphi” untuk selamanya. Setiap hari menderita hingga tak tertahankan rasanya,saya menyesal sekali atas perbuatan semasa hidup yang penuh dosa-dosa, kini sudah tak dapat tertolong lagi! .

Ci Hoet : Melakukan bisnis selundupan jelas melanggar hukum negara, sedangkan berjualan obat narkotika jelas membahayakan sesama. Hukum di alam dunia melarangnya, hukum di alam neraka pun tak mengampuninya. Barang siapa semasa hidupmelakukan penyelunndupan atau mengkonsumsi dan berjualan narkoba, dosa kejahatannya tergolong berat sekali. Jika ada yang melanggar, cepatlah bertobat dan menanggalkan kejahatannya, ubahlah dan perbarui diri, kalau tidak, sesudah meninggal,semuanya akan dijebloskan ke dalam “Neraka Aphi” sampai puluhan ribu tahun pun tak akan mendapat kesempatan untuk reinkarnasi kembali!

Pejabat : Keempat roh dosa telah selesai memberi kesaksian. Berharap umat sejagad sesudah membaca kitab “Melawat Ke Alam Baka” umat yang dulunya pernah melakukan kesalahan mulai sekarang harus bertobat dan merubah diri menjadi warga yang memperbarui dirinya, dengan demikian akan mendapat pengampunan. Semoga para umat cepat-cepat memalingkan kepalanya serta sadarkan dirinya, jangan sampai tergoda oleh nafsu tamak akan keuntungan, sehingga terperosot ke dalam jalan buntu itu.

Ci Hoet : Batas waktu telah tiba, kami bersiap-siap pulang ke Vihara.Yang Sheng : Berpamit kepada Pejabat dan para Perwira, terima kasih atas pelayanannya.

Pejabat : Dengarkan Perintahku, segenap Perwira, siap! Berbaris antar tamu pulang.

Ci Hoet : Yang Sheng, cepatlah naik ke atas teratai.

Yang Sheng : Saya sudah duduk dengan baik, silahkan Guru berangkat pulang.

Ci Hoet : Sudah tlba di Vihara Sheng Shian, turunlah Yang Sheng, roh kembali ke badan.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s