Babak ke 8 Meninjau Kota Mati Penasaran   Leave a comment

Babak ke 8

Meninjau Kota Mati Penasaran

 

“Dua kali dalam setahun merayakan Festival  Bulan Purnama  pada   Pertengahan Musim Gugur,  Adakah saat reuni seperti ini orang-orang turut memikirkan nasib arwah berdosa yang ditahan di Neraka, Mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri sebagai akibat rasa kecewa, Malapetaka yang sama sekali tak  diingini itu hanya bisa ditangisi di Alam Akhirat.”Gerbang kota itu tertutup. Pintunya adalah pintu otomatis, seperti pintu yang terdapat di toko serba ada di dunia. Setiap roh yang mati penasaran pasti dikawal  kemari. Karena matinya  tidak wajar, sehingga segumpal hawa kebenciannya belum hilang, maka sesampainya di depan pintu, hawa kebencian ini berbenturan mengadakan kontak dengan pintu ini, sehingga pintu pun terbuka  sendiri, karena benda-benda yang terdapat di alam baka semuanya terbentuk dari hawa positif dan negatif (Im dan Yang), berubah menurut pikiran hati.Bagaimana  keadaan dunia  batin, begitu pula keadaan dalam Neraka. Ini adalah Kota Mati Penasaran Di sini seperti penjara yang besar, luasnya tak terhitung.Tiap hari ada roh yang mati penasaran kemari. Di kamar penjara pertama terdapat banyak anak-anak kecil, bagian mukanya berdarah semua dan tak henti-hentinya menangis, bahkan ada yang tergeletak di tanah, sungguh menyedihkan dan kasihan.Mereka adalah anak-anak yang digugurkan oleh umat di dunia, karena raganya  sudah terbentuk, rohnya pun tidak musnah. Maka sesudah meninggal datang kemari. Karena umat di dunia tak mau melahirkan, atau karena hubungan haram, lalu kandungannya digugurkan. Satu orang berarti satu nyawa adanya.Bayi-bayi yang dibuang ini karena tak diperkenankan lahir ke dunia, maka rohnya selain disertai rasa benci kepada orang tuanya, secara diam-diam akan  menghamburkan   kekayaan dan keuangan kedua orang tuanya. Dan setelah orangtuanya meninggal, masih  akan diadakan pembalasan.Karena itu saya menasehati para umat di dunia, jangan sembarangan  menggugurkan  kandungan. Perbuatan itu selain tak bermoral, juga menjadikan hubungan badan yang hukumnya haram  merajalela. Maka bagi yang pernah  menggugurkan kandungannya, mulai kini banyaklah berbuat amal kebaikan,untuk menebus kesalahannya, supaya bisa mendapat keringanan hukuman  Neraka atas dosanya.Jika orang yang meninggal karena kecelakaan tidak selalu harus masuk ke Kota Mati Penasaran. Seperti para perwira atau prajurit yang gugur dalam  pertempuran  membela negaranya, mereka demi mempertahankan kedaulatan  tanah airnya, rela berkorban. Mereka selain tidak perlu ditahan di Kota Mati  Penasaran,para arwah pahlawan masih akan diperlakukan istimewa. Ada yang naik ke Surga, ada pula yang masuk Alam Dewata sesuai dengan karmanya, atau bereinkarnasi kembali menjadi manusia dan mendapat lingkungan yang penuh berkah.Berkenaan dengan itu, umat manusia haruslah setia dan cinta negara. Sejak dulu yang telah berbakti dan berjasa pada negara akan meninggalkan nama harumdan selalu dikenang. Langit dan bumi mengasihi orang yang setia dan berbakti.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s