Babak ke 5 Melawat ke Astana Pertama Mengobrol Dengan Raja Chin Kuang (Yam Ong Chin Kuang Wang)‘Enam nafsu dan tujuh perasaan membuat manusia sesat seumur hidup,   Leave a comment

Babak ke 5

Melawat ke Astana Pertama Mengobrol Dengan Raja Chin Kuang (Yam Ong Chin Kuang Wang)‘Enam nafsu dan tujuh perasaan membuat manusia sesat seumur hidup,

 

Sekalipun namanya terpilih menjadi juara dan terpampang di papan pengumuman, tetaplah merupakan reputasi kosong, Taman bunga persik (taman sentosa) merupakan tempat membina diri yang terbaik,Dengan suasana batin yang terbebaskan, seorang pertapa melangkah maju ke Istana Surga.”Tampak sebuah bangunan astana besar dan banyak bayangan manusia, namun tidak kelihatan jelas. Setelah manusia meninggal, mula-mula melapor dulu di“Kantor Penyerahan Catatan Kependudukan”, lalu utusan Neraka mengawalnya sampai ke Astana Pertama, dan menyerahkan kartu kedatangan untuk disimpan ke dalam kumpulan berkas di Neraka. Yam Ong akan memeriksa perbuatan baik maupun jahatnya.Orang yang amal jasa kebaikannya banyak akan diantar meninjau berbagai Astana di wilayah Neraka, atau dibimbing kembali oleh Guru  masing-masing yang berjodoh untuk dilatih lagi, atau ada yang diserahkan ke  Seksi Pahala Amal, atau masuk ke Kamp Penampungan Orang Baik; Sedangkan yang banyak dosanya, rohnya diserahkan ke Astana ke-2 untk disidang atau dibawa ke Seksi Pidana Kejahatan  untuk dihukum. Tapi  jika dosanya berat, harus  terlebih dulu dikawal menuju Panggung Cermin Dosa  untuk melihat  perbuatan yang pernah dilakukan sehingga mau mengakui  dosa-dosanya, baru dimasuk kan ke Astana ke-2.Setiba di Astana Petama, manusia baru tahu bahwa dirinya sudah meninggal dunia. Jika semasa hidup di dunia, tidak percaya adanya  Setan, Malaikat, Dewa dan Hukum Karma, maka setelah tiba di sini, baru menyadari bahwa dengan kematian seseorang, tak kan menghilangkan segala urusan. Seperti yang terdengar dalam ungkapan: “Jika Ajal Telah Tiba, Segala Permasalahan Akan Menjadi Hampa, Hanya  Dosa  Karmalah Yang Akan Menyertai  Perjalannya ke Alam Akhirat”. Para roh kini baru benar-benar menyadari  bahwa  dirinya akan disidang dan dihukum. Oleh karena itu mereka ketakutan dan menangis serta menyesali  perbuatan mereka. Para arwah itu semasa hidup di dunia tidak menjaga susila, maka para Utusan Neraka tidak sungkan lagi. Ini merupakan hukuman sesuai dosanya. Orang jahat dengan sendirinya akan bertemu orang jahat lainnya yang membuat dirinya susah, jika beruntung bisa terhindarkan, nanti tinggal menunggu pertanggung jawabannya di perjalanan akherat, saat itu ia takkan bisa mengelak,dan takkan bisa berkutik lagi.Jika seseorang semasa hidupnya berhati kasih, banyak berbuat kebaikan untuk menolong sesama di dunia, setelah meninggal,para Utusan Neraka dan Malaikat Keberuntungan yang menjemput tentu akan memperlakukannya dengan sopan santun.Barang siapa berbuat, ia harus menanggungnya sendiri, kita tak perlu mengasihaninya.Jika pada masa hidup di dunia, tidak tahu baik-baik membina diri, setelah meninggal sungguh kasihan sekali. Jika anak cucu keturunannya  mengetahui   leluhurnya berada di Alam Baka layaknya seorang narapidana, dan dicambuki oleh Utusan Neraka, pasti tidak akan tega.Cara untuk membalas budi leluhur hanyalah dengan banyak membina, melakukan amal kebaikan, dengan  jasa pahala, barulah bisa secepatnya melintaskan roh leluhurnya keluar dari penderitaan.Jika umat manusia di dunia tidak menjaga aturan rumah tangga dan sembarangan melakukan pelanggaran, maka arwah leluhur akan terkena getahnya, seperti apa yang dikatakan dalam sebuah ungkapan:“Tujuh Leluhur bersama Sembilan Keturunan memiliki hubungan darah”.Hukum karma berputar kembali, waspadalah!

 

Note: YAM ONG /YIAM WONG = panggilan untuk RAJA NERAKA yangmenguasai masing-masing Astana di Neraka. Karena ada 10 Astana di Neraka,maka ada 10 orang Yam Ong, dan Yam Ong Astana I adalah Raja Chin Kuang.Sedangkan  Giam Lo Ong (gelar dari Hakim Bao/Pao Cin Thien) adalah Yam Ong yang paling terkenal dari Astana V.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s