Babak ke 4 Melintasi Perbatasan Pintu Hantu Mendengar Ceramah di Ruangan “Segala Agama Kembali ke Tujuan Pokok”   Leave a comment

Babak ke 4

Melintasi Perbatasan Pintu Hantu Mendengar Ceramah di Ruangan “Segala Agama Kembali ke Tujuan Pokok”

“Dengan hati malaikan melintaskan makhluk yang berperasaan, Belum sempat duduk bersila di atas alas duduk sudah buru-buru meninggalkan Alam Dewata,Sekalipun mengenakan baji tanpa rangkapan dan diterpa angin di musim gugur,tetap tak terasa kedinginan, Sebab demi menolong umat, hati nan welas asih cukup untuk membangkitkan energi panas.” Ada sebuah pintu gerbang tembok benteng dan di atas gerbang tertulis Lintasan Pintu Hantu (Kui Men Kuan) tiga huruf, pintunya tidak terbuka, hanya terdengar suara yang berisik dari dalam tembok benteng. Manusia sesudah mati menjadi hantu, perjalanannya di dunia sudah berakhir, sesudah datang ke sini Pintu Hantu akan terbuka dengan sendirinya. Jika lintasan di alam dunia sudah tertutup, lintasan alam hantu akan terbuka. Itulah keajaiban ‘Kinerja Yin Yang’.Di balik pintu hantu ini ada banyak orang, hiruk pikuk bagai di dalam pasar

Para roh itu sedang menuju ke Sepuluh Tingkat Neraka untuk disidang, dikawal oleh utusan neraka yang membawa tugas masing-masing. Di depan ada sebuah gedung bertingkat dan tertulis Wan Ciao Kui Cung (Segala Agama Kembali keTujuan Pokoknya). Jalan yang menuju ke tempat ini naik turun tak rata. Karena di dunia kini banyak timbul bermacam-macam  Agama, para umatnya tak  memahami Hakekat  Kebenaran, saling menjatuhkan agama lain, hilanglah sudah arti sesungguhnya membina Jalan KeTuhanan, dan telah melakukan dosa mulut,maka setelah meninggal harus masuk ke dalam perguruan “Segala Agama Kembali ke Tujuan Pokok” untuk menempa diri kembali. Semua aliran ajaran agama sebenarnya berasal dari satu keluarga, tapi yang terjadi justru saling berebut dan tiada toleransi, mendirikan sekte sendiri-sendiri,mengaku ajaran agamanya sendiri yang paling unggul, sedangkan ajaran agama lain lebih rendah,maka setelah meninggal dunia, rohnya tak bisa sempurna hingga terperosok kemari. Karena Yang Maha Kuasa tak tega mereka terperosok, maka di dirikanlah Perguruan Segala Agama Kembali Pada Tujuan Pokok” untuk membimbing para pembina Jalan Ke Tuhanan yang salah jalan agar memahami hakekat  kebenaran,setelah itu baru ada kesempatan naik kembali ke alam yang lebih tinggi. Ruangan perguruan itu luasnya ada beberapa hektar, didalamnya seperti ruangan kelas, tempat duduknya telah dipenuhi puluhan ribu orang, yang terdiri dari bermacam-macam bangsa dari segala penjuru dunia, seperti mau memulai pelajaran. Di depan ada papan tulis dan tertera 4 huruf : Wan Ciao Kui Cung (Segala Agama Kembali Pada Tujuan Pokok). Seorang Guru yang gundul kepalanya sedang naik ke mimbar, berpakaian seperti seorang Bikkhu. Para murid berdiri semua, setelah memberikan hormat kemudian duduk lagi.Dunia itu luas, etnisnya beragam, tapi kepercayaan yang dianut tak lain merupakan tumpuan spiritual/batiniah, lagipula setiap manusia mempunya hati yang sama, setelah meninggal rohnya menjadi responsif sifatnya (tidak tanggap).Tidak karena berlainan etnis lalu menjadi berlainan ‘hati’. Seperti halnya Buddha Berkhotbah Dengan Satu Suara, Para Umat pun Akan Mendapat Hikmah Tersendiri Sesuai Golongan Statusnya.  Walaupun manusia sangat beragam,namun di dalam jiwanya memiliki dasar Hakekat  Kebenaran yang sama,meskipun seseorang dilahirkan dan menempuh hidup dalam kondisi dan lingkungan yang berbeda-beda, tetapi setelah meninggal akan berpulang pada satu tujuan yang sama.Namun karena perbedaan kepercayaan dan agama,sehingga saling memboikot dan saling menjatuhkan, mengatakan agama miliknya sajalah yang bisa membawanya naik ke surga, agama lain hanya ke neraka. Sehingga keberadaan surga yang memang asalnya sempurna namun dibuat oleh manusia seperti mendirikan mahligai di awang-awang(semu/fatamorgana), mengunci diri sendiri di dalamnya (terikat di dalam kesemuan itu). Bagai masuk ke sangkar burung yang digantung di langit.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s