Babak ke 22 “Melawat ke Astana KeempatBertemu Muka Dengan Raja Wu Kwan”   Leave a comment

Babak ke 22

“Melawat ke Astana KeempatBertemu Muka Dengan Raja Wu Kwan”

Menempuh kehidupan insani, layaknya menunggang kuda menonton festival lentera berhias. Dengan tergesa-gesa mengejar perjalanan, tak terasa sang waktu terus bergulir dari tahun ke tahun, usiapun semakin bertambah.Pada awal musim semi di saat pergantian tahun yang baru,seluruh pemandangan alam tampak mengalami pembaharuan total. Bertepatan saat inilah, penggodokkan dalam pembuatan Pil telah matang pula,Satu putaran siklus telah terlewati dan kembali berputar dari yang paling awal, kini terasa seakan ingin terbang keangkasa saja.”Perjalanan kehidupan manusia layaknya lentera bergambar yang berputar,(maknanya : perannya berganti terus) selamanya takkan berhenti. Dalam sekejap mata, sang Waktu sudah terbang begitu saja, ada berapa kalikah dalam semasa hidupnya umat di dunia bisa merayakan perayaan Cap Go Meh yang berkesandan menyenangkan sekali itu? Tak terasa kian tahun usia kian bertambah.Pemandangan yang tampak di depan mata adalah anak-anak yang ada di mana-mana, dengan tangan menenteng lentera lampion, sedang bermain dan bercanda. Mendekap sebuah cermin di tangan, segera mencoba untuk bercermin,mendadak tertampak wajah yang kusam dan rambut yang beruban! Bila tak lebih  dini membina diri, ingin tunggu kapan lagi? Di dalam lubuk hati Tan Thian(suatu tempat kira-kira 1 inci di bawah pusar) saya, ada tergodok sebutir Pil Dewa (Sian Tan), hanya tinggal menunggu satu putaran siklus berlalu dan berganti putaran baru yang dimulai dari yang paling awal, dimana pemandangan seluruh alam mengalami pembaharuan secara total, di saat itulah Pil Dewa telah matang dan tampuk buahnya (kelopaknya) terjatuh. Dengan sendirinya akan langsung terbang ke langit meninggalkan kerangka badan, tercapailah sudah kesempurnaan jiwa dan ke Buddhaannya. Perencanaan satu tahun diawali darim usim semi, saat paling berharga dalam semasa hidup terletak pada masa muda.Sayangilah waktu, sayangilah kehidupan, peluklah erat-erat keyakinan, apalagi yang patut ditakutkan akan datangnya segala cobaan yang berat? Perjalanan masa depan yang cerah sedang menanti, ayunkan langkahmu dengan benar,semoga Tao nan Agung selalu berjalan lancar terus.Bunga teratai tumbuh dalam lumpur yang kotor, jika bisa “menjaga dirinya tetap bersih tak terpengaruh yang jahat”, cukuplah sudah.Ci Hoet melantunkan sebuah puisi untuk ‘Menyadarkan Umat’ :Kutanyakan pada umat di dunia:

Sibuk apa

= Tak lain hanya sibuk demi mencari makan tiga kali dalam sehari.

Mohon apa

= Setiap hari tak lain hanya risau demi meraih keuntungan dan ketenaran nama.

Terpikat apa

= Tak lain hanya demi memikirkan prihal cinta membuat badannya menjadi kurus.

Pikir apa

= Tak lain hanya karena berkhayal membuat pusing  kepala.

Meraih apa

= Tak lain hanya sibuk dari lahir hingga mati yang pada akhirnya pulang tanpa membawa apa-apa.

Lampiaskan apa

= Menyesalkan jika istri dan anak perempuan sendiri dicabuli orang?

Tunggu apa

= Cepatlah berpaling, untuk membina Jalan KeTuhanan, kan kau temukan tepian nan bahagia.

Membina apa

= Tumbuh dalam lumpur yang kotor namun tak tercemari, bebas melanglang kemana saja.

Bercengkrama apa

= Bersama-sama menaiki bahtera suci betapa bahagianya.Sampai di depan “Astana ke Empat”.Raja Wu Kwan beserta para Pejabat Dewa sudah keluar dari Astana, menyambut Ci Hoet dan Yang Sheng. Yang Sheng memberi hormat.Ci Hoet dan Yang Sheng dipersilahkan duduk dan disajikan minuman Anggur Deva. Yam Ong : Anggur Dewata ini adalah penganugerahan dari Surga, masing-masing Yam Ong yang berada di sepuluh Astana mendapatkannya semua.Minum ini bisa menambah cemerlang pancaran rohaninya, sedangkan para Hakim di Neraka cuma boleh minum Teh Deva, para Petugas minum teh sejuk,karena pahalanya tak sama, maka perlakuannya juga berbeda. Yang Sheng : Bagaimanakah keadaan Astana Bagianda dalam menangani para terhukum? Yam Ong : Saya membawahi 16 sub seksi Neraka, selain itu masih ada penambahan sub seksi Neraka baru, untuk mengantisipasi macam/jenis dosa baru yang dilakukan umat di dunia yang terus berubah dari hari ke hari. Masing-masing Neraka ada penanggung jawabnya sendiri. Barang siapa semasa hidupnya melakukan banyak kejahatan, setelah meninggal masuk melalui Pintu Hantu, naik ke atas Panggung Cermin Dosa untuk dibongkar kedoknya, dan menampakkan keadaan sebenarnya. Setelah bukti dosanya lengkap, baru diperiksa dosa yang dilakukan termasuk bagian Astana Neraka mana yang menanganinya, lalu diserahkan kepada masing-masing Astana yang berwenang menanganinya. Sekarang ini saya sedang menangani satu kasus, silahkan kalian berdua mengikuti saya menggelar sidang untuk ditinjau. YangSheng : Di depan meja sidang ada dua petugas berKepala Sapi dan TampangKuda sedang mengawal satu roh dosa lelaki. Penampilannya seperti sosok seorang direktur umum atau komisaris jendral, wajahnya tampak kemerah-merahan, agak sedikit botak, dosa apakah yang ia lakukan, sehingga ia tampak demikian gelisah dan gemetar? YamOng : Roh dosa ini otaknya pintar, semasa hidup membuka usaha perdagangan obat-obatan, karena ingin cepat kaya, ia pun sudah agak paham terhadap jenis obat-obatan, lalu menjual obat palsu, tak sedikit orang yang dirugikan, kini ajalnya telah tiba, maka ia dikawal petugas untuk diadili.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s