JHĀNASODHANA-JĀTAKA   Leave a comment

[473] JHĀNASODHANA-JĀTAKA

Sumber : Indonesia Tipitaka Center

“Dalam kesadaran,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai interpretasi yang dilakukan oleh Sāriputta, sang Panglima Dhamma, di gerbang Kota Saṁkassa, atas masalah yang dikemukakan secara singkat oleh Sang Guru. Berikut ini adalah kisah kelahiran lampau yang diceritakan oleh Beliau.

____________________

Sekali waktu ketika Brahmadatta memerintah di Benares, ….. dan seterusnya….. Bodhisatta, menjelang kematiannya di rumahnya dalam hutan, berseru, “Dalam kesadaran dan ketidaksadaran.” ….. Dan para petapa lainnya tidak percaya pada interpretasi yang diberikan oleh siswa utama Bodhisatta atas kata-kata gurunya. Bodhisatta kembali dari Alam Cahaya (Ābhassara), dan di tengah udara mengulangi syair berikut ini: —

Dalam kesadaran dan ketidaksadaran terdapat
penderitaan; dalam kesadaran dan ketidaksadaran,
hindarilah perbuatan buruk.
Kebahagiaan yang murni, bebas dari segala noda,
bersumber dari pencapaian ketenangan batin.

Setelah uraian tersebut berakhir, Bodhisatta memuji siswanya dan kembali ke alam brahma. Kemudian para petapa lainnya menjadi percaya kepada siswa utama itu.

____________________

Setelah menyampaikan ajaran-Nya, Sang Guru menjelaskan kelahiran tersebut dengan berkata, “Di masa tersebut Sāriputta adalah siswa utama, dan Saya adalah sang maha brahma.”

Posted 30/01/2011 by chandra2002id in Naskah Dharma

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s