>RAJA PASENADI KOSALA   Leave a comment

>    Suatu malam, ketika raja Kosala sedang berbicara kepada Sang Buddha, lewatlah di jalan segerombol pertapa dengan rambut kusut, badan berbulu, dan berkuku panjang. Mereka berjalan pelan-pelan, dengan kepala menunduk rendah. Seketika Raja berdiri dan berlutut untuk memuja mereka, dengan menyebutkan namanya sendiri tiga kali.

Raja kembali datang kepada Sang Buddha dan berkata, “Yang mulia, di antara para pertapa tadi terdapat orang-orang suci. Dengan melihat betapa tenangnya mereka berjalan dengan kepala menunduk ke bawah”. Dengan mata Kebuddhaannya, Sang Buddha melihat bahwa orang-orang tadi bukanlah orang suci tetapi mata-mata yang dikirim untuk mengumpulkan informasi.

“Baginda”, kata Sang Buddha, “Dari penampilan luar semata-mata adalah tidak mungkin bagimu yang menjalani hidup senang untuk mengetahui kenyataan yang sebenarnya dari orang lain. Jika kita ingin mengerti kenyataan yang sebenarnya dari seseorang, kebaikan, dan keburukannya, kita harus bergaul dengannya untuk beberapa lama. Kita haruslah bijaksana dan memiliki batin yang  tajam”.

“Kita dapat mengetahui kemurnian seseorang dnegan berbincang-bincang kepadanya, menyelidiki keberaniannya di dalam menghadapi penderitaan, dan memahami kebijaksanaannya selama percakapan itu. Orang-orang yang jahat, O Raja, kadang-kadang berpura-pura baik dan itu sulit bagimu untuk menilai tingkat kemoralannya”.

Posted 25/01/2011 by chandra2002id in Cerita Buddhist

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s